Nan Monuri Hobi membaca dan menulis seputar topik-topik di bidang teknologi membuatnya lihai dalam mengatur serta menentukan konten apa saja yang layak untuk tayang di website

Macam – Macam Topologi Jaringan dan Ciri – Cirinya

3 min read

Sebelum kita memasuki era smartphone seperti sekarang ini, kita terlebih dahulu berada di era komputer dimana pada era tersebut topologi jaringan menyatukan antar lini komputer.

Topologi jaringan sendiri merupakan suatu cara yang digunakan untuk membuat sejumlah komputer saling terhubung satu sama lain baik dengan kabel atau tanpa kabel.

Tujuan dari topologi jaringan sendiri biasanya adalah untuk memudahkan pertukaran informasi yang terjadi. Jenis atau macam – macam topologi jaringan yang terangkai untuk memudahkan akses pertukaran informasi antar komputer pun banyak macamnya.

Mengenai apa sajakah macam – macam topologi jaringan dan apa sajakah ciri yang menjadi pembeda antara topologi jaringan yang satu dengan lainnya, Anda bisa simak ulasan selengkapnya berikut ini!

© Berikut Macam – Macam Topologi Jaringan


√ 1. Topologi Ring

Topologi ring atau yang dikenal sebagai topologi cincin merupakan satu diantara macam – macam topologi jaringan yang menghubungkan antar PC dengan PC lain tanpa menggunakan switch atau hub.

Didalam proses instalasinya hanya menggunakan LAN Card yang sudah tersedia dalam bentuk PC.

Untuk membentuk suatu jaringan cincin, masing – masing sentral pada jaringan harus dihubungkan seri satu dengan seri yang lain dimana hubungan ini nantinya akan membentuk suatu loop yang tertutup.

Didalam sistem yang seperti ini masing – masing sentral harus dirancang sedemikian rupa supaya interaksi dengan sentral yang berdekatan atau berjauhan bisa saling beradaptasi satu sama lain dengan mudah.

Jenis topologi ring memiliki beberapa ciri. Adapun ciri – ciri topologi ring meliputi :

  • Bentuk jaringan yang terhubung di sepanjang kabel seperti lingkaran atau cincin
  • Jika terdapat salah satu node di jaringan yang rusak, maka seluruh node pada tipe jaringan ini tidak bisa berkomunikasi dengan jaringan lain didalam jaringan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan jaringan ini adalah kabel UTP dengan konektor RJ 45.

√ 2. Topologi Bus

Untuk topologi bus, topologi ini merupakan sebuah topologi yang menggunakan kabel tunggal yang dijadikan sebagai media transmisinya atau kabel pusat.

Pusat transmisi pada topologi bus merupakan suatu tempat dimana seluruh server dan client dihubungkan.

Hal tersebut menjadikan komputer atau jaringan lain bisa lebih mudah dihubungkan satu sama lain.

Topologi bus memiliki ciri khusus. Adapun ciri – ciri khusus dari topologi bus meliputi :

  • Node – node yang ada pada topologi ini dihubungkan secara serial di sepanjang kabel yang dibutuhkan.
  • Pada kedua ujung kabel ditutup dengan memanfaatkan terminator
  • Instalasinya sangat sederhana dengan biaya yang sangat ekonomis
  • Tidak diperlukan suatu hub, namun yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap Ethernet card
  • Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node mengalami kerusakan, maka jaringan keseluruhan bisa mengalami down sehingga seluruh node tidak bisa langsung berkomunikasi didalam jaringan tersebut.

√ 3. Topologi Star

Selanjutnya ada topologi yang bernama Topologi Star. Topologi star atau topologi bintang ini merupakan sebuah topologi jaringan yang memanfaatkan suatu hub atau switch demi menghubungkan antar node client.

Biasanya topologi ini sering digunakan untuk instalasi jaringan secara umum dimana dalam topologi jaringan ini, salah satu sentralnya memang berfungsi sebagai instalasi jaringan umum.

Salah satu sentral pada topologi ini juga dibuat sebagai sentral pusat dimana sistem ini memiliki tingkat kerumitan jaringan yang jauh lebih sederhana yang menyebabkan suatu sistem semakin ekonomis namun beban yang dipikul sentral pusat cukup berat.

Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral pun akan jauh lebih besar.

Mengenai ciri – ciri topologi star sebagai berikut :

  • Masing – masing node perlu adanya suatu metode komunikasi secara langsung dengan konsentrator atau hub
  • Jika setiap paket data yang masuk ke consentrator atau hub di broadcast ke seluruh node yang terhubung maka kinerja jaringan akan semakin menurun.
  • Topologi star merupakan salah satu dari macam – macam topologi jaringan yang dapat dikembangkan dengan sangat mudah.
  • Salah satu problem yang sering terjadi pada topologi jenis ini adalah ketika node mengalami kerusakan, maka jaringan keseluruhan akan down sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi langsung didalam satu jaringan yang sama.
  • Jika Ethernet card rusak pada salah satu komponen atau kondisi yang terjadi adalah salah satu kabel di area terminalnya putus, maka hal tersebut menyebabkan keseluruhan jaringan masih tetap bisa digunakan untuk berkomunikasi. Jadi dengan topologi ini tidak akan ada down pada jaringan keseluruhan.
  • Menggunakan kabel UTP

√ 4. Topologi Mesh

Pada jenis topologi jaringan ini hubungan antar sentral diterapkan secara penuh.

Jumlah saluran dalam topologi yang disediakan untuk membentuk sebuah jaringan mesh cukup banyak sehingga menyebabkan tingkat kerumitannya sebanding dengan peningkatan jumlah sentral yang terpasang.

Hal tersebut menyebabkan jaringan topologi mesh kurang ekonomis dan relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Topologi mesh memiliki ciri terdapatnya hub yang berlebihan diantara masing – masing peralatan yang digunakan.

Susunan dari masing – masing peralatan yang digunakan didalam jaringan juga saling terkait dan terhubung satu sama lain.

Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, maka hal tersebut menjadi penyebab topologi ini sulit dikendalikan karena tingkat redundancy yang relatif tinggi.

Jika terdapat satu link yang rusak dalam mekanisme topologi jaringan ini, maka station lain akan berusaha mencari link yang lainnya.

Hal tersebut berfungsi sebagai pengatur kerja untuk jenjang dibawahnya.

Jenis topologi ini biasanya digunakan oleh sebuah perusahaan besar atau oleh suatu organisasi besar yang memiliki beberapa cabang lokal sehingga menyebabkan data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang lain dan berlaku sebaliknya.


√ 5. Topologi Tree

Topologi tree atau topologi pohon merupakan kombinasi dari beberapa topologi star atau topologi bintang yang menghubungkannya dengan topologi bus.

Dengan demikian masing – masing topologi akan terhubung ke topologi bintang lain dengan menggunakan alternatif topologi bus.

Dalam mekanisme topologi tree biasanya terdapat beberapa tingkatan jaringan dan jaringan pada tingkat yang lebih tinggi diperlukan untuk mengontrol jaringan yang berada di tingkat yang lebih rendah strukturnya.

Topologi tree memiliki perbedaan dengan yang lainnya. Adapun ciri – ciri topologi tree sebagai berikut :

  • Didalam satu central node, satu sub node dihubungkan
  • Support baseband atau broadband signaling
  • Sedikit rumit dan perlu instalasi secara khusus

√ 6. Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan suatu jenis topologi yang dibuat dengan mengombinasikan dua atau lebih topologi yang berbeda.

Pada akhirnya dalam topologi jenis ini, topologi dasar bisa saling terhubung satu sama lain secara berbeda. Semua akses jaringannya menyatu sehingga tidak ada jaringan yang teridentifikasi sebagai satu individu yang berdiri sendiri.

Nan Monuri
Nan Monuri Hobi membaca dan menulis seputar topik-topik di bidang teknologi membuatnya lihai dalam mengatur serta menentukan konten apa saja yang layak untuk tayang di website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *